Alat Evaluasi Skor Ketangguhan UMKM Bidang Usaha Dagang


A

1. Saya tahu dengan jelas berapa pendapatan, pengeluaran, dan laba bersih toko setiap minggu.

2. Saya bisa membayar semua tagihan dan/atau hutang belanja stok dengan tepat waktu (listrik, sewa, pemasok/supplier, cicilan kredit, dll).

3. Ada dana cadangan (kas darurat) dengan nilai lebih dari 3 bulan biaya operasional. Contoh, jika biaya operasional usaha Rp4 juta per bulan, maka dana cadangan saat ini sudah lebih dari Rp12 juta.

B

1. Saya punya target dan strategi agar omset warung saya dapat stabil meningkat minimal 30% per tahun.

2. Saya punya strategi agar produk, layanan, dan harga sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan konsumen saya (punya daya saing).

3. Saya punya strategi agar stok barang cepat berputar menjadi uang (kas) dan menghindari stok mati (dead stock). Misalnya dengan melakukan diskon cuci gudang khusus untuk stok lama.

C

1. Saya punya program promosi rutin (mingguan atau bulanan).

2. Saya menyimpan data kontak konsumen dan rutin umumkan program promosi secara online/offline (WA japri/status/Grup, plang promo, meja khusus barang promo, dsb).

3. Saya memajang kode QRIS/No. rekening dan nomor WhatsApp toko/warung untuk memudahkan pemesanan/pembayaran digital/masukan.

D

1. Saya disiplin memisahkan uang usaha dengan uang pribadi/rumah tangga (rekening/dompet dipisah).

2. Bisnis saya dapat melayani pesanan online (chat WA), menerima pembayaran digital (QRIS/transfer), dan tersedia jasa antar.

3. Bisnis saya memiliki catatan transaksi keuangan dan sisa stok, sehingga tahu mana yang laris/tidak serta indikasi pencurian stok.

E

1. Saya memiliki keluarga atau orang terdekat yang mendukung usaha, baik di saat normal maupun kritis.

2. Saya bergabung komunitas wirausaha dan punya mentor untuk berbagi informasi/ilmu/konsultasi.

3. Saya ikut program asuransi yang memberi penggantian kerugian saat darurat (sakit keras, kecelakaan, kebakaran, dsb) agar tidak terdesak pinjam ke sumber tidak aman.

Powered by

Tumbu Logo